Kamis, 29 Januari 2015

BOB SADINO THE ZEN TEACHER OF BUSSINESS


Indonesia berduka ketika salah satu pengusaha sukses indonesia menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya pada tanggal 19 januari 2015. beliau adalah bob sadino, pengusaha nyentrik yang sukses dengan agrobisnisnya ini. Sebagai salah orang yang ngefans sama om bob tentu kabar ini cukup mengagetkan. meskipun fakta berbicara bahwa beliau sudah kepala 8 tapi saya beberapa bulan yang lalu beliau masih aktif sebagai pembicara di berbagai acara. memang jika Yang Diatas sudah berkehendak manusia tidak bisa bebuat banyak. bob sadino di mata saya bukan hanya pengusaha yang terkenal nyentrik tetapi beliau juga adalah orang aneh yang pemikiran melawan arus. kenapa? salah satu contohnya adalah pernyataan dia bahwa ia menjalankan tidak menghindari resiko melainkan dia adalah tipe orang yang mencari resiko atau pemburu resiko. untuk mengenang lebih dalam pemikiran nyeleneh om bob maka saya tuliskan wawancara dari buku yang berjudul Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah penulis Edy Zaqeus.




Sukses bagi seorang entrepreneur sejati seperti bob sadino, ternyata begitu sederhana. “kalau saya mengharapkan besok saya bisa makan, dan besok saya dapat makan, saya sudah sukses” ungkpa bos kemchicks group ini. Ia bilang, banyak orang yang tidak memahami arti sepiring nasi. Makan dianggap sebagai kewajaran jika orang tidak punya masalah untuk mendapatkan makanan. Tapi bagi orang yang pernah lapar pernah tidak makan, sepiring nasi mempunyai arti yang sangat besar dan sangat mendalam. “mungkin titk berangkat saya itu membuat saya seperti ini” tutur bob, yang pernah jadi sopir taksi dan nguli di Jakarta dengan upah Rp 100 per hari.

Bob yang lulus sma tahun 1953 itu mengkritik keras kecenderungan para yang malas mendidik sendiri anak-anaknya. Para orang tua itu melepaskan tanggung jawab mendidik anak dan seenaknya membebankan tugas itu kepada sekolah. Akhirnya, sering mereka memaksakan kehendak pada anak-anak dalam hal memilih jenis penddikan . padahal, kata pengusaha gaek yang pernah ikut-ikutan temannya kuiah di fakultas hukum UI ini, semua anak bebas menentukan pilihan. Namun, itulah egoisnya orang tua. Tanpa sadar mereka sedang memperkosa pikiran anak-anaknya

Bagi bob, keteladanan sangat bermakna untuk membangun mental seseorang “bukan dengan memicu dan memacu, karena banyak orang tidak mau dipicu dan dipacu” tegas bob. Ia mengaku sangat keras dalam mendidik anak-anaknya,  tetapi juga memberi pilihan sebebas-bebasnya. Disiplin harus ditegakkan tapi kemandirian juga harus ditumbuhkan. Itulah semangat bob dalam menggerakkan karyawannya yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Teramat sayang jika orang kaya hanya mengingat bob sadino sebagai pengusaha nyentrik, yan kemana-man pakai celana pendek. Makin digali, makin ketemulah sosoknya sebagai seorang “master kehidupan”, bahasanya bernuansa sufuristik. Ungkapan-ungkapan yang sederhana,lugas dan provokatif namun kaya akan makna itu menjadikannnya bak seorang “Guru Zen” dalam hal bisnis.
“saya ini seperti gitar tua diatas meja,  apakah saya bisa mengalunkan irama yang indah atau buruk,tergantung siapa yang memetiknya” ungkap bob saat didesak untuk mengeluarkan seluruh ilmunya. Atau,kalau pikiran ini kita umpamakan sebuah cangkir teh, maka kita tak akan perah bisa mengenal “tehnya” bob sadino, jika kita tidak mengosongkan cangkir kita terlebih dahulu.

Modal sering menjadi hambatan bagi yang ingin berwirausaha, Pandangan anda?
Rata-rata kalau orang bicara modal, langsung otaknya bilang duit.orang yang lebih canggih lagi, kalau bukan duit ya benda-benda seperti cangkul, pikulan , atau becak. Itu modal yang bisa  diliat,dipegang, dirasakan. Modal tangible. ada modal yang tidak bisa dilihat,dirasakan, dipergang. Umpamanya modal keberanian, kemauan, tekad. Saya pribadi, dari mana mulainya? Ya, dari yang tidak kelihatan tadi.

soal keberanian mengambil resiko, itu jika berdasarkan pada perehitungan bahwa risikonya terlalu besar. Komentar Anda?
Karena saya berangkat tanpa perhitungan apa-apa. Bagaimana saya mau menghitung kalau duit saja tidak ada?. Modal saya haya kemauan, tapi saya punya kaki punya tangan, terus saya melangkah, saya berbuat.

Apa cukup mengandalkan keberanian ambiil risiko saja ?
 Salah satunya iya. Kalau orang-orang menghindari risiko, saya masuk kategori orang yang mencari risiko. Masa bodoh akibatnya, yang saya cari itu risiko. Silahkan terjembahkan…….

Perbahkah mengalami kegagalan usaha?
Ini pertanyaan yang sangat lucu…kegagalan itu sudah termasuk dalam usaha. Cari risiko berarti cari kegagalan, kan? Berusaha itu modalnya bukan duit. Duit itu yang keseratus kali!!!!

soal mental kewirausahaan di masyarakat kita?
Rata-rata orang Indonesia masih berpikir jadi pegawai saja. Termasuk mereka yang sudah selesai sekolah, sarjan-sarjana itu. Kebanyakan orang tidak mau dipicu dan dipacu mental kewirausahaanya. Karena tidak mau, ya pendekatannya berbeda, keteladanan saja. Kalau orang melihat anda berhasil anda hanya bisa berharap orang lain mengikuti jejak anda. Memangya kita bisa maksa orang? Kamu mau nggak dipaksa? “kamu besok berhenti jadi wartawan, kamu ikuti jajak saya, mau nggak kamu?

Konon dalam usaha diperlukan naluri bisnis, insting, atau feeling, anda sendiri?
Dari pengalaman saya, saya tidak mengatakan bahwa insting atau feeling itu faktor. Mungkin ada, mungkin!. Tapi itu kan sesuatu yang tidak ada jaminannya? Yang orang katakana feeling bagi saya, sebenarnya adalah karena saya sudah melangkah 999 langkah. Maka, langkah saya yang ke-1000 itu, yang sebetulnya langkah beriutnya, itulah yang dikatakan orang insting atau feeling.

Kalau soal  hoki atau keberuntungan?
Berapa persen orang yang bisa menyandarkan diri dan mengandalkan sebuah sukse dari fakrtor hoki? Kenapa nggak dilaksanakan saja, dijalankan saja? Mungkin hoki datang sejajar dengan itu, dengan sendirinya. Kalau orang sejak awal percaya dirinya tidak akan berhasil,maka seumur hidupnya dia tidak akan pernah berhasil.

Bagaimana dengan leadership?
Kalau saya definisinya gak bisa jawab. Kalau ditanya hasilnya, saya punya 1.600 orang anak-anak. Mereka itu anak-anak saya bapaknya,  itu saja! Nggak pakai resep. Mereka mbututi saya kok. Jika kamu belum menikah belum punya istri, belum punya anak , maka apa pun yang saya terangkan tentang ‘bapak’, kamu tidak akan mengerti. Itupun sudah merupakan jawaban!

1 komentar:

  1. Almarhum Om Bob Sadino emang nyentrik dan menginspirasi banget ya. Oiya, tau nggak sih kalo ternyata tuh Om Bob pernah dimarahi sama paspampres pas zamannya Pak Harto. Kira-kira kenapa ya? Cek disini ya man teman: Bob Sadino Dimarahi Paspampres

    BalasHapus

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © PemudaKurus.Blogspot.com | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑